Selasa, 06 Desember 2011

LELAH DALAM SESAT


LELAH DALAM SESAT

...............pesta telah berakhir.....................
...............aroma penggugah khayal tak lagi  menantang...............
.....................ketika jiwa di tampar sepi................
............................ketika hati di tikam nelangsa.....................
............................................
.........ladangku tak lagi subur................
....................sumur di ladangku tak lagi berair.................
....................seketika jua hingar bingar berlalu...............
............Seketika jua cahaya hitam membelengguku............
...............................................................................................................
.............................Tambatan birahi tak lagi merona.....................
..............................Senyum gemuali tak lagi bernada............
.......................Sambutan cerah tal lagi seirama..............
...............................Laras tak lagi bersenandung.................
.......................Yang tertinggal hanya hampa..............................
........................Kelam membeku bersama karang.............
......................Nada-nada sendu berubah mengaum...............
........................Senyum gemulai manja berubah seringai bertaring.............
........................................................
.................Kiranaku telah hitam.................
.............Kabut suteraku membeku menghempas mustaka................
................Aku lelah ibu..............................
..............................Tiada lagi gemulai manja penuh hasrat....................
..........................Tiada lagi hingar bingar aroma dunia........................
..................Ku harus kema ibu..................

NYANYIAN DOSA BAJAK LAUT


NIKMATNYA  DALAM KESESATAN
 
Ramuanmu menggoda hasraku …………………..
Mimpi ini tiada akan pernah kulepaskan……………
Walau saat ku terjaga dari buaian aromanya…….
Gairahmu mempesona ketelanjanganku………….
Adona nan penuh pikat birahimu…………………
Bilahmu bagai mencabik,…………………………
Menyayat, menghunjam jauh ke lembah khayalku..
………………………………………………………….
Tiada dunia seindah laut senja tiada bertepi………
Menghempas, merayu, ……………………………….
Tiada permata  betu mulia…………………………
Tiada tahta logam nirwana……………………….
Tiada kesejatian dalam fana………………………..
………………………………………………………
Keagungan bernilai secarik maksiat……………..
Betapa dosa menjadi begitu indah…………………
Oh laut asmara pembakar sukma………………..
Jagan pernah engkau bertepi…………………….
Rasa tak ingin ku tinggalkan biduk dosa ini…..
……………………………………………………….

doa nakal bajak laut


NIKMATNYA  DALAM KESESATAN

Ramuanmu menggoda hasraku …………………..
Mimpi ini tiada akan pernah kulepaskan……………
Walau saat ku terjaga dari buaian aromanya…….
Gairahmu mempesona ketelanjanganku………….
Adonanan penuh pikat birahimu…………………
Bilahmu bagai mencabik,…………………………
Menyayat, menghunjam jauh ke lembah khayalku..
………………………………………………………….
Tiada dunia seindah laut senja tiada bertepi………
Menghempas, merayu, ……………………………….
Tiada permata  betu mulia…………………………
Tiada tahta logam nirwana……………………….
Tiada kesejatian dalam fana………………………..
………………………………………………………
Keagungan bernilai secarik maksiat……………..
Betapa dosa menjadi begitu indah…………………
Oh laut asmara pembakar sukma………………..
Jagan pernah engkau bertepi…………………….
Rasa tak ingin ku tinggalkan biduk dosa ini…..
……………………………………………………….

Senin, 05 Desember 2011

TIDAK SEMUA TEMAN MENYENANGKAN (copy edition)

TIDAK SEMUA TEMAN MENYENANGKAN

begawan di KELUARGA BIASA - 1 hari yang lalu
Pada dasarnya setiap orang mencari teman untuk menyenangkan hati. Tapi sadarkah kita manakala kita justru bertemu dan mendapat teman yang tidak menyenangkan dan minta disenangkan ? kalau kejadianya beini, biasanya orang cenderung untuk pergi dan kapok menemuinya lagi......... Tak lepas dari masalah itu, penulis juga selalu menemui hal yang sama dan selalu berulang, karena memang pada dasarnya penulis sendiri kurang pandai mencari teman dan berteman. Tapi penulis tidak mudah menyerah dengan permasalahan ini.

copy untuk halaman yang terhapus.


Tanpa judul

begawan di KELUARGA BIASA - 1 hari yang lalu
Hari ini adalah hari yang berat. Meskipun hari ini bukan hari yang pertama bagiku sebagai hari yang berat, lantaran dengan kondisi badan yang tidak sehat, sehingga semua hal menjadi berat. Semakin berat rasanya hari ketika hari sebelumnya harus ku tutup dengan kedukaan hati. Ketika suatu saat melakukan jelajah, tanpa sengaja ku temukan pemandangan yang menyayat
hati. ingin kubawa dalam tangisan, tetapi rasanya tak akan membantu. Semula aku tak yakin atas apa yang kulihat. semakin lama, semakin miris, maka tidak lagi kulanjutkan mempelajari apa yang kulihat. Hanya doa dalam kedukaan yang terucap kiranya Tuhan Sang Hakim yang Maha Agung menjadikan semua kutukan setiap bibir yang mengucapkanya menjadi nyata padanya.................
Hai anak-anaku,......... kiranya kasih Tuhan telah menuntunmu bersama para pendahulu di kerajaan surga berkumpul dalam taman Eden Surgawi.......................
 ______________________________________________________________________________



.......................edisi ini adalah edisi pengulangan dan merupakan copy sesuai aslinya,.karena sesuatu hal, sehingga terhapus.....................